Mengukur Know-How dan Accountability dengan Sistem Hay
Dalam Job Evaluation, tantangan terbesar bukan menghitung angka, melainkan memastikan penilaian jabatan dilakukan konsisten dan objektif lintas fungsi. Sistem Hay membantu menjawab tantangan ini dengan kerangka faktor yang jelas. Dua faktor yang paling menentukan “nilai relatif” jabatan adalah Know-How dan Accountability. Know-How menggambarkan kemampuan yang dibutuhkan untuk menjalankan peran, sedangkan Accountability menilai besarnya tanggung jawab atas hasil. Jika keduanya diukur dengan benar, perusahaan dapat menyusun grade jabatan, salary band, dan jalur karier yang lebih adil serta mudah dipertanggungjawabkan.
Memahami Know-How dalam Sistem Hay
Know-How adalah kombinasi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperlukan untuk menjalankan jabatan secara efektif. Dalam praktik Hay, Know-How biasanya dilihat dari tiga sisi:
-
Technical/Professional Know-How
Seberapa dalam pengetahuan teknis atau profesional yang dibutuhkan. Contohnya, analis keuangan senior membutuhkan pemahaman mendalam tentang laporan keuangan, model bisnis, dan analisis risiko. Sementara teknisi listrik membutuhkan kompetensi spesifik terkait instalasi, troubleshooting, dan standar keselamatan. -
Managerial Know-How
Kemampuan mengelola pekerjaan melalui orang lain: perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, coaching, dan koordinasi. Jabatan supervisor dan manajer cenderung meningkat nilainya di sisi ini karena harus mengelola tim, target, dan prioritas. -
Human Relations Know-How
Keterampilan membangun hubungan kerja: negosiasi, mempengaruhi, kolaborasi lintas departemen, hingga komunikasi eksternal (vendor, regulator, pelanggan). Jabatan yang banyak berinteraksi lintas stakeholder biasanya memiliki tuntutan human relations lebih tinggi.
Agar pengukuran Know-How tidak bias, evaluator perlu berpegang pada job description (tujuan jabatan, ruang lingkup, keputusan utama) dan bukti proses kerja, bukan pada “siapa orangnya”. Misalnya, jika seorang incumbent sangat ahli, itu tidak otomatis menaikkan Know-How jabatan bila keahlian tersebut bukan syarat minimal jabatan.

Memahami Accountability dalam Sistem Hay
Accountability mengukur dampak jabatan terhadap hasil. Bukan sekadar “tanggung jawab moral”, tetapi sejauh mana jabatan memengaruhi outcome bisnis. Accountability umumnya dinilai melalui:
-
Freedom to Act (Ruang Kendali)
Seberapa luas kewenangan mengambil keputusan tanpa supervisi. Misalnya, manajer operasi yang menentukan alokasi resource harian biasanya memiliki freedom to act lebih besar dibanding staf yang mengikuti SOP ketat. -
Magnitude (Skala Dampak)
Seberapa besar “nilai” yang dipengaruhi oleh keputusan jabatan: anggaran, pendapatan, biaya, volume produksi, tingkat layanan, atau risiko. Skala ini harus dipahami secara realistis, misalnya berdasarkan besaran budget yang dikelola atau nilai aktivitas yang dipengaruhi. -
Nature of Impact (Sifat Kontribusi)
Apakah dampaknya langsung terhadap hasil (misalnya sales menghasilkan revenue) atau tidak langsung tetapi krusial (misalnya compliance mencegah denda besar, QA mencegah kegagalan produk). Hay menilai keduanya, asalkan kontribusi dapat dijelaskan secara logis dan terukur.
Kesalahan umum dalam menilai Accountability adalah menyamakan “posisi tinggi” dengan dampak tinggi, padahal beberapa jabatan senior memiliki ruang kendali terbatas karena keputusan strategis ada di level atas. Sebaliknya, ada jabatan teknis tertentu yang keputusannya sangat berdampak pada keselamatan atau kontinuitas operasi, sehingga accountability-nya tinggi meski bukan jabatan struktural besar.
Praktik Terbaik Agar Penilaian Konsisten
Untuk menjaga konsistensi, lakukan kalibrasi panel: bandingkan jabatan lintas fungsi, uji logika internal (relativitas antar jabatan), dan dokumentasikan alasan skor. Gunakan contoh keputusan nyata dan indikator dampak (KPI, budget, scope proyek) agar penilaian tidak “mengawang”.
Dengan mengukur Know-How dan Accountability secara disiplin, Sistem Hay membantu perusahaan membangun struktur jabatan yang lebih fair, mengurangi potensi ketimpangan gaji, serta mendukung pengembangan organisasi yang transparan.
Jogja Media Training sedang mengadakan Pelatihan Job Evaluation dengan Metode Hay yang akan diadakan di Jogja. Informasi lebih lanjut hubungi nomor WA : 085166437761 (Saka) atau 082133272164 (Olisia).